Selasa, 22 Maret 2016

Self Reflection

Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Ya, siapa yang sempurna di dunia ini? Kadang kekurangan yang kita miliki dapat menjadi kekuatan kita suatu saat nanti. Kadang bisa juga menjadi bumerang, saat kita menyangka bahwa kelemahan yang dimiliki adalah salah satu kelebihan. Cara mengatasinya? Entahlah. Mungkin cara setiap orang berbeda-beda.

Untuk saya sendiri, kadang saya belajar dengan memperhatikan reaksi orang setelah saya melakukan sesuatu yang saya anggap tidak salah, tetapi dari nada yang dikeluarkannya, saya jadi tahu bahwa saya telah melakukan "kesalahan". Sepele memang, dan kadang saya jadi menganggap apa yang dilakukannya terlalu berlebihan. Padahal sebenarnya tidak. Itu memang hanya pembawaannya saja. Memang orangnya seperti itu. Sama seperti saya ketika melakukan "kesalahan".

Mungkin caranya adalah dengan memahami. Memang orangnya seperti itu. Mungkin bukan keinginannya untuk tidak berubah. Walaupun kata "maklum" tidak akan selamanya bertahan.

Apa yang saya katakan bukan untuk menyindir, atau sok tahu, atau sesuatu semacam itu. Hanya bentuk introspeksi kepada diri sendiri. Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menjadi pribadi yang kita inginkan. Setiap orang memiliki hidupnya masihng-masing, juga cara menjalani hidup yang berbeda-beda.

Kamis, 24 September 2015

Kita

Jadi gini, bayangkan aja kamu suka sama seseorang, atau minimal mengagumi, lah. Kamu gak kenal dia sebelumnya, hanya tau nama, atau bahkan wajahnya saja. Keadaan yang bikin kamu bisa lihat dia, sedikit tau tentang dia, secara kebetulan.

Sampai akhirnya, kamu bisa tau nama dia dari nametag di jasnya. Dihapal namanya biar kalau gak sengaja dengar orang yang sedang ngobrol menyebutkan nama orang itu, bisa tambah-tambah informasi. Siapapun yang lagi suka sama seseorang, pasti melakukan ini, meskipun diam-diam. Iya, kan? Kita ingin tau lebih banyak tentang orang yang sedang kita suka.

Lalu kamu mendengar berita mengejutkan, dari teman dekatmu yang belum tau kamu suka orang itu. Ada pasangan sempurna. Sering dengar, kan, pasangan laki-laki paling ganteng dengan perempuan paling cantik? Iya, itu mereka.

Pasangan paling serasi, siapa yang tidak senang melihat mereka berdua? Kamu yang sedang suka dengan salah satunya, cuma bisa teriak senang dalam hati saat tidak sengaja bertemu di tangga. Kemudian ada satu kondisi kamu bisa bicara dengannya, untuk pertama kali.

Selama enam bulan hanya bisa mengagumi. Tanpa ada kata selain yang pertama kali itu. Lalu hal yang sama terjadi enam bulan berikutnya, kali ini tanpa kata sama sekali. Oh iya, ada berita baru. Pasangan sempurna itu bubar. Jangan tanya apa alasannya.

Satu tahun berlalu, sedikit keajaiban terjadi. Kamu bisa bersama dengan orang yang kamu suka lebih lama. Lagi-lagi karena keadaan. Sampai ada satu tugas simpel yang mengharuskan kamu bekerja sama dengannya. Awalnya dimulai dengan chat simpel. Lalu mulai membahas kehidupan masing-masing. Kebayang rasanya?

Lagi-lagi ada keajaiban. Dia datang ke rumahmu. Mengerjakan tugas bersama bilangnya. Mulailah obrolan-obrolan ringan. Dari masa sekolah, hingga berita mengejutkan dari dia yang bilang kalau temannya suka kamu.

Kamu tau reputasi temannya itu. Teman-teman kamu juga sangat menolak temannya orang yang kamu suka itu. Hal yang mengejutkan, orang yang kamu suka itu seperti menentang hubungan kamu dengan temannya, tapi secara tidak langsung juga mendukungnya. Membingungkan? Sangat. Bahkan sampai sekarang saya masih tidak mengerti.

**

Itu sedikit cerita, yang mungkin saja terjadi di dunia nyata. Ceritanya masih panjang, nanti dilanjut lagi.

Kamis, 27 Agustus 2015

Bulan dan Bintang

"Apa kamu pernah lihat, bintang meninggalkan bulan?"

"Sering. Bulan selalu sendiri akhir-akhir ini di gelapnya langit malam. Bintang tidak ada di sana."

Orang di depannya tersenyum, "bintang hanya tidak terlihat. Tertutup awan, yang dibawa oleh angin yang kuat. Kamu tidak sadar? Bintang selalu di tempatnya, menemani bulan. Meskipun jarang menampakkan dirinya."

Bulan merenung memikirkan percakapannya dengan orang tidak dikenal di stasiun tadi. Hanya percakapan singkat saat menunggu kereta terakhir di malam yang gelap. Orang tadi tidak tahu namanya Bulan. Orang tadi juga tidak tahu kalau Bulan mengenal Bintang. Dulu, dengan sangat baik.

Karisma Bintang. Sama seperti bintang, memancarkan sinarnya sendiri. Sedangkan ia, Bulan Andari, butuh bantuan untuk membuatnya bersinar. Ia harus menangkap cahaya yang dipantulkan padanya, sehingga bisa bersinar, menerangi gelapnya malam.

Dulu, saat keduanya masih kecil, masih berlari hanya mengenakan kaus dalam dan celana pendek, selalu bersama ke mana pun, kapan pun. Mereka berdampingngan. Bersama-sama menyinari kehidupan di sekitar mereka.

Sampai mereka tumbuh remaja, bertemu orang-orang baru. Kehadiran Bintang lambat laun tertutup. Tertutup oleh awan-awan yang di bawa angin. Awan-awan itu, kadang menutupi Bulan juga. Tapi karena sinarnya yang begitu terang, posisinya masih bertahan.

Bulan yang menyadari Bintang sering menghilang, akhirnya berusaha bertahan sendiri, ditemani angin yang menyejukan dan awan yang meneduhkan. Hingga akhirnya benar-benar lupa akan Bintang.

Hingga beberapa tahun kemudian, Bulan mendengar kabar, Bintang sudah tiada. Terlibat dalam kecelakaan mobil. Mobilnya menabrak sebuah truk yang melaju kencang.

Sekarang Bulan ingat, beberapa tahun yang lalu, mobilnya menabrak pembatas jalan akibat ada mobil yang tiba-tiba menyalip di depannya saat ia sedang membalas pesan singkat temannya. Mobil tersebut menabrak truk. Yang setelah dilakukan penyelidikan, rem truk tersebut tidak berfungsi.

Air mata Bulan menetes. Bintang tidak pernah benar-benar meninggalkannya. Bintang hanya tertutup awan. Menjadi tidak terlihat. Tapi Bintang selalu ada di sisinya. Seperti keputusannya untuk menahan truk itu agar tidak menabrak mobil Bulan.

Manis

"Is there something bothering you?"  Suara Dias mulai terdengar khawatir.

"Ah?"

"Kamu ngelamun dari tadi."

"Ooh.." jawab Ana masih belum sadar.

"Masih kepikiran gara-gara tadi gak jadi pergi?" Tanya Dias.

Ana akhirnya mengrejapkan matanya, mulai sadar, "eh, hehehe."

"Kenapa tadi gak ikut mereka aja, sih? Selalu jadi nyesel terakhir gini, deh."

Ana hanya mengangkat bahunya, tanda tidak tahu. "As, aku pengen ke Bromo." Kata Ana tiba-tiba.

Dias tertawa lalu mengacak-acak rambut Ana. "Kenapa tiba-tiba pengen ke Bromo?" tanyanya.

"Udah lama pengen. Cuma sekarang bener-bener pengen banget."

Dias tidak mengucapkan satu kata pun. Inilah sebenarnya yang menggagu pikiran Ana dari tadi.

"Aku capek. Pengen lupain semuanya. Sebentar juga gak apa-apa. Pengen pergi yang jauuuuuuuh banget. Jadi gak usah mikirin apa-apa." Lanjut Ana sambil tersenyum sedih ke arah Dias.

Dias mengelus lembut kepala Ana. Hari ini untung Dias mengajaknya keluar. Setidaknya dia bisa berusaha untuk membuat waktu sulit Ana saat ini menjadi lebih pendek.

Dias mengakui, Ana adalah salah satu perempuan yang gampang menangis. Tapi meskipun menangis, Ana tidak ingin ada yang melihatnya, termasuk orang-orang terdekatnya. Saat ini pasti Ana sedang berusaha keras menahan air matanya.

Ana sedang dalam titik terendahnya saat ini. Dias tahu. Ana bukan orang yang lemah. Tapi saat-saat seperti ini, Ana sangat mudah terpuruk hanya dengan terlibat atau malah hanya melihat masalah sekecil dan paling sepele sekalipun. Hal apa yang membuat Ana bisa seperti ini, Dias tidak mengerti. Karena Ana sendiri pun tidak mengerti kenapa dia suka seperti ini. Mungkin Ana hanya lelah dengan apa yang sedang dijalaninya. Atau mungkin sedang marah dengan diri sendiri, atau entah apa itu, baik Ana apalagi Dias, tidak tahu. Yang jelas bukan karena masalah sepele seperti tidak jadi ikut pergi dengan teman-temannya tadi. Hal itu hanya menjadi salah satu pemicu rasa frustasinya muncul, yang pasti sudah disembunyikannya dengan baik hingga saat ini.

Ana melamun lagi. Kali ini air matanya keluar. Tangannya secara otomatis menghapus air matanya. Tapi matanya kembali basah lagi.

Tangan Dias sudah bergerak untuk menghapus air mata itu, tapi diurungkannya. Tangan Dias ingin mengusap lembut punggung Ana, karena hal itu sangat Ana sukai dan dapat membuatnya nyaman. Tapi hal itu bisa membuat tangis Ana lebih-lebih lagi, Dias mengurungkan niatnya lagi.

"Nanti kita ke Bromo." Kata Dias tiba-tiba.

"Tapi gak bakal boleh sama Mama." Kata Ana sedih.

"Nanti aku yang minta izin. Aku bakal pastiin kita ke Bromo. Long weekend dua minggu lagi." Jelas Dias. Ana tersenyum. Dias lega dan ikut tersenyum. "Kamu lagi pengen apa sekarang?" Tanya Dias kemudian.

"Yupi." Jawab Ana dengan cengiran lebarnya.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Waktu Senggang

Setelah sekian lama tidak menulis, rindu juga. Entah kenapa disaat jadwal lagi padat-padatnya, keinginan untuk menulis sangat mengebu-gebu. Menyempatkan menulis di bis saat pulang kuliah, saat mau tidur, atau saat bosan menunggu entah apa. Tapi saat waktu begitu lenggang, seperti sekarang (yang ngomong-ngomong sudah libur kuliah dari minggu ke dua bulan ramadhan kemarin) kegiatan saya terus terang kurang produktif. Niat dari lama yang ingin menyelesaikan cerita bersambung, hingga kini belum selesai (meskipun ceritanya sudah selesai dalam benak saya).

Ingin memulai kembali menulis novel, atau novella, atau bahkan cerita pendek yang konsepnya sudah berkecamuk di dalam benak saya. Well, sebenarnya untuk novel belum ada ide, tapi tetap saja membuat sebuah tulisan adalah impian saya sejak bangku sekolah dasar dulu. Memulai dengan membuat cerpen untuk tugas sekolah, menulis ulang cerita dari film yang saya sukai dengan tambahan cerita dari saya sendiri, sampai membuat cerita baru bersama teman saya (semacam duet).

Waktu saya SMP, setiap liburan sekolah saya pasti mencoba untuk membuat cerita. Cerita seorang anak SMA, yang belum saya alami, yang ceritanya tipikal banget, dan selalu berhenti setelah mencapai 20-30an halaman. Saat punya ide baru, mulai lagi dari awal. Belum terpikir untuk menyatukan ide itu dalam cerita yang sudah ada.

Saat SMA cukup berbeda. Saya menulis tangan cerita-cerita itu. Sudah ada tiga kisah kalau tidak salah. Salah satunya pernah dibaca oleh seorang teman, alhamdulillah mendapat respon positif, tapi lagi-lagi tidak selesai. Sepertinya belum ada yang selesai, kecuali cerita pendek yang saya tulis hari itu, dan selesai hari itu juga.

Setelah kuliah, sudah merasakan masa-masa remaja, sudah merasakan bagaimana suasana kuliah, cerita-cerita dalam benak saya pun bertambah banyak. Tapi hanya beberapa yang tertulis.

Liburan ini, waktunya cukup panjang, sekitar 2 bulan. Tapi blog ini kelihatannya cukup tidak terawat. Oh ya, sekarang waktu yang tertera di setiap post sudah benar.

Liburan ini seharusnya kisah Karemia sudah sampai ending. Blog ini seharusnya berisi cerita-cerita pendek yang selalu mengisi benak saya. Padahal akhir-akhir ini saya selalu tidur larut. Saya memang suka tidur malam, tapi paling malam saya tidur jam setengah 3. Itu pun sangat jarang. Sekarang saya tidur paling tidak jam 2. Tidur jam 12 sudah termasuk tidur cepat. Yang paling parah terjadi beberapa minggu lalu dimana saya benar-benar tidak bisa tidur. Saya mulai tidur setelah subuh. Dan itu terjadi tiga hari berturut-turut. Memang saya bangunnya cukup siang, tapi tidur saat hari gelap adalah yang paling baik menurut saya. Bukan saat matahari sudah terbit. Untungnya, setelah itu paling larut saya tidur jam setengah 4 dan paling seringnya jam 1-2.

Tiga hari itu benar-benar menyiksa saya. Saya selalu melihat jam. Melihat jarumnya bergerak, semakin pagi. Setalah saya membaca beberapa artikel, ternyata selalu melihat jam saat tidak bisa tidur justru akan tambah menyiksa kita. Saya sudah mengalaminya sendiri.

Jadi, apa yang saya lakukan di libur panjang ini? Jalan-jalan? Bukan. Saya menghabiskan hampir 2 bulan ini di rumah. Paling keluar sebentar, menemani Mama ke pasar, membeli keperluan, dan yang lainnya. Ya, memang tidak benar-benar di rumah, sih. Sebenarnya ada rencana menjelang masuk nanti bersama sahabat-sahabat saya, semoga jadi.

Hal yang paling menyita waktu saya saat liburan ini adalah... nonton. Nonton film, tv series, bahkan drama korea. Sebelum mulai nonton akhir-akhir ini, saya baca novel terjemahan, yang belum di terjemahkan. Saya bacanya dalam bentuk ebook dan sangat membantu saya yang belum pernah membaca novel dalam bahasa inggris karena bisa langsung menerjemahkan kata-kata yang baru saya temui. Yang saya baca, Gallagher Girls series yang ditulis Ally Carter. Saya sudah selesai baca hingga buku ke enamnya, termasuk cerita-cerita pendek mengenai Cammie dan kawan-kawannya. Well, sebenarnya yang saya baca dalam versi aslinya hanya buku ke 5-6 dan dua cerita pendeknya. Gallagher Girls buku pertama sebenarnya sudah saya miliki dari tahun 2010, lalu buku ke tiganya, dan yang ke empat beberapa saat berikutnya. Buku ke dua sangat sulit saya dapatkan, sehingga tiga buku Gallagher Girls hanya terpajang di rak buku saya selama kurang lebih 5 tahun tanpa dibaca (kecuali buku pertama) karena cerita buku satu dengan yg lain sangat nyambung sehingga kalau terlewat satu buku langsung tidak mengerti jalan ceritanya.

Setelah sering mencari akhirnya saya menemukan buku ke duanya, Cross My Heart and Hope to Spy beberapa minggu sebelum liburan ini dimulai. Saya mulai membaca Gallagher Girls dari buku pertamanya hingga selesai buku ke empat. Hal yang saya rasakan saat selesai membacanya, penasaran. Saya tau memang buku seri itu ada enam, tapi baru empat yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Hingga akhirnya saya mencoba mencari ebook gratis buku selanjutnya, dan ketemu. Syukurlah, akhirnya happy ending dan membuat saya sedikit kecanduan baca buku terjemahan dalam versi aslinya. Mungkin nanti saya akan mulai membaca buku versi asli dalam bentuk kertas, bukan digital.

Kembali ke kegiatan saya selama akhir-akhir ini, nonton. Film-film yang saya tonton entah itu film lama, film baru, romance, thriller, action, comedy, horror, fantasy, sci-fi, dan lainnya. Sebenarnya hampir seluruh genre film adalah favorit saya, termasuk yang banyak pembunuhannya. Tapi saya tidak suka jenis film komedi yang diadaptasi dari film yang sudah ada. Saya suka film komedi, tapi entah kenapa film komedi seperti itu justru membuat saya suka emosi. Padahal teman-teman saya menganggap film itu lucu.

Tv series yang baru-baru ini saya tonton selain yang ada di tv adalah Flash dan Gossip Girl, meskipun Gossip Girl hanya beberapa episode.

Yang bikin saya cukup terkejut adalah, saya lagi suka drama korea. Sangat suka. Waktu masih kuliah saya perah nonton beberapa drama korea, tapi hanya yang direkomendasikan teman dan yang sudah pasti seru. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya akan suka hal-hal berbau Korea. Sekarang saya mulai nonton drama korea yang saya cari sendiri, tapi masih yang pemainnya saya tau. Saya juga tidak menyangka bahwa saya akan menikmati musik-musiknya, dan orangnya. Satu orang yang sangat saya suka, aktor yang juga penyanyi dan tergabung dalam Infinite, L atau Kim Myungsoo. :D

Ya, suatu saat kita akan terkejut dengan diri kita sendiri.

Minggu, 05 Juli 2015

Selamat Ulang Tahun GagasMedia


Selamat ulang tahun yang ke-12 GagasMedia! Semoga semakin baik lagi dalam menciptakan karya-karyanya yang luar biasa. Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-12 ini, saya ikut berpartisipasi dalam event yang diadakan GagasMedia. Meskipun Gagas yang sedang ulang tahun, tapi para blogger yang dikasih kado, dan mungkin saya bisa jadi salah satu yang beruntung itu..


  1. 12 judul buku yang paling berkesan buat saya setelah membacanya:
    1) Jingga dan Senja - Esti Kinasih
    2) Jingga dalam Elegi - Esti Kinasih
    3) Restart - Nina Ardianti
    4) Sunshine Becomes You - Ilana Tan
    5) Separuh Bintang - Evline Kartika
    6) Lukisan Hujan - Sitta Karina
    7) Fly to The Sky - Nina Ardianti & Moemoe Rizal
    8) Infinitely Yours - Orizuka
    9) Johan (Series) - Lexie Xu
    10) Gallagher Girls (Series) - Ally Carter
    11) Magical Seira (Series) - Sitta Karina
    12) Sunset Holiday - Nina Ardianti & Mahir Pradana

    Note: Jingga dan Senja, dan Jingga dalam Elegi tidak saya satukan karena saya belum baca buku ketiganya (karena belum ada). Sejujurnya, saya belum baca Sunset Holiday, tapi tanpa saya baca pun, saya yakin buku itu akan sangat berkesan buat saya (iya, saya segitu nge-fans-nya sama Mbak Nina).
  2. Buku yang pernah membuat saya menagis, sejujurnya tidak begitu ingat. Saya yakin banyak buku yang membuat mata saya berkaca-kaca bahkan hingga menitikkan air mata. Tetapi ada satu buku yang paling saya ingat, saya menangis setiap membaca entah keberapa kalinya, Separuh Bintang. Novel tersebut merupakan novel teenlit, novel yang cukup saya gemari waktu masih jaman SMP sampai pertengahan SMA dulu. Tapi novel ini masih sering saya baca sampai sekarang, dan saya masih menangis setiap membacanya padahal saya sudah hampir hapal jalan ceritanya. Entah kenapa, saya bisa merasakan apa yang Ciya rasakan. Seorang gadis remaja yang kehilangan orang tuanya, kehilangan seorang kakak yang dicintainya (dalam arti sebenarnya), hingga akhirnya mengetahui kebenaran dari semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Yang paling 'menyentil' hati saya adalah, bintang yang diceritakan dalam buku tersebut. Bagi sebagian besar orang mungkin menganggap buku ini tidak terlalu spesial, tapi bagi saya, banyak hal yang mengingatkan saya pada masa lalu, yang masih saya sesalkan hingga sekarang.
  3. Quote yang paling saya ingat dari buku yang saya baca adalah perkataan seorang ayah pada anaknya, Diaz, di novel Lukisan Hujan: live for the moment to make it last forever.
    Saat saya baca kutipan itu, hal tersebut sangat-sangat membantu saya untuk menghadapi hal yang sedang terjadi pada saya saat itu. Membantu saya untuk mengingat, momen yang sempurna tidak akan terjadi selamanya. Bahkan mungkin hanya terjadi beberapa kali dalam hidup ini. Jadi saat momen itu terjadi, jalanilah dengan sepenuh hati selagi kamu masih bisa menjalaninya. Hal yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya, tapi kamu bisa menyimpannya, sebagai kenangan, selamanya.
  4. Tokoh di dalam buku yang ingin saya pacari, dia muncul di Lukisan Hujan, Magical Seira#3, dan Dunia Mara. Nara Hanafiah. Nara mungkin bukan tipe laki-laki yang bisa dikatakan sangat baik, tapi dari Hanafiah lainnya, yang sangat membuat saya penasaran adalah Nara, dan saya rasa saya bisa membantunya dalam masalah sword tears, karena saya sangat tertarik dengan hal tersebut, sama seperti Nara.
  5. Ending novel yang paling berkesan yaitu Fly to The Sky dan Impossible. Dua novel tersebut sangat berkesan karena saya penasaran, sangat penasaran sebenarnya, dengan kejadian setelah ending ceritanya. Tapi lucunya, penasaran dengan dua cara yang berbeda. Entah kenapa, selesai saya membaca Impossible, saya berpikir bahwa ceritanya belum selesai. Saya penasaran, apa Al jadi pindah? Gimana kelanjutan Al dan Anastasia? Dan yang paling bikin saya geregetan, saya tidak tau kelanjutan cerita mereka, apalagi setelah kalimat terakhir yang Al lontarkan kepada Anastasia. Hal tersebut membuat saya mengarang cerita lanjutannya dalam benak saya, dan gilanya, pernah terpikir untuk email mbak Nina dan bilang bahwa saya ingin melanjutkan ceritanya. Beda ceritanya dengan Fly to The Sky. Ending yang bikin saya penasaran adalah ending dari point of view Ardian, yang ditulis Kak Moemoe Rizal. Setelah akhirnya Edyta dan Ardian bisa bertemu kembali, di tempat mereka, saya sama sekali tidak bisa menduga hal apa yang terjadi setelah itu. Apalagi setelah Mbak Nina menulis Restart, dan hanya membahas sedikit tentang hubungan Edyta dan Ardian. Sehingga saya tidak mendapat petunjuk sama sekali mengenai hubungan mereka. Singkat cerita, saya tidak ada gambaran sedikit pun mengenai kelanjutan cerita Edyta dan Ardian.
  6. Buku pertama GagasMedia yang saya baca adalah Glam Girls. Saat itu tepatnya saya masih duduk di bangku SMP kelas 2. Saya dan teman saya ke toko buku dan saat melihat judulnya, kami penasaran sehingga memutuskan untuk membelinya. Saya sangat penasaran dengan cerita yang mengisahkan kehidupan lain yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, Bagaimana kehidupan seorang siswi SMA, yang sangat jauh dari kehidupan saya, terlihat sempurna, tapi setelah saya pelajari, juga masih jauh dari sempurna. Hal itu membuat saya penasaran dengan The Glam Girls Novel lainnya. Hingga saat ini, tinggal Magnificent yang belum saya baca karena belum pernah menemukannya di toko buku manapun.
  7. Dari sekian buku yang saya punya, judul yang paling menarik menurut saya adalah Lukisan Hujan. Karena jika hanya membaca judulnya, kita tidak akan pernah tau apa lukisan hujan itu sesungguhnya, hingga kita membacanya sampai habis.
  8. Cover buku yang saya suka adalah The Glam Girls Novel. Dari Glam Girls, Reputation, Unbelievable, Outrageous, Magnificent, dan Impossible. Menurut saya cover The Glam Girls Novel sangat menarik. Dengan cover yang menampilkan foto dari pemeran-pemeran utamanya, dengan sudut yang menunjukkan, siapa pemeran utama dalam buku tersebut. Karena setiap membaca buku, apalagi novel, kita pasti akan membayangkan orang yang menjadi karakter tersebut. Dengan adanya wajah-wajah mereka yang sudah diberikan, saat membaca cerita mereka, saya bisa membayangkan, wajah-wajah tersebut memainkan perannya masing-masing. Seperti menonton film yang diadaptasi dari novel, saya jadi bisa membayangkan wajah tokoh dalam cerita tersebut, yang seringkali, tidak seperti yang diharapkan. Tetapi menurut saya, wajah-wajah dalam cover tersebut sudah sangat mewakili tokoh yang mereka perankan di dalam buku. Meskipun dalam seri Glam Teen (Outrageous, Magnificent, dan Impossible), ketiga wajah yang ada di cover, tidak mewakili setiap tokoh utama yang ada di dalam buku seperti Ad, Rashi, dan May yang memegang peran utama pada setiap buku yang berbeda tetapi tetap bersama dalam setiap sampulnya, dalam Glam Teen, satu orang yang menjadi spotlight pada sampul secara tidak langsung sudah menunjukkan wajah dari pemeran utama dalam buku tersebut.
  9. Tema cerita yang saya sukai sebenarnya bermacam-macam. Tapi setelah melihat novel-novel yang ada di rak buku, saya menyadari bahwa sebagian besar novel saya bertema teka-teki, fantasi, dan romamce. Teka-teki seperti cerita sorang mata-mata, pencuri, pembunuh bayaran, dan hacker. Fantasi seperti seseorang yang tiba-tiba berada di tempat yang tidak dia ketahui sebelumnya dan cerita makhluk-makhluk yang diluar nalar manusia. Romance seperti cerita tentang kehidupan seseorang yang bertemu dengan pujaan hatinya. Saya menyukai cerita yang berbau teka-teki karena membuat saya ikut berfikir saat membacanya sekaligus memberikan adrenalin tersendiri seperti ikut berperan di dalamnya. Cerita fantasi sangat saya suka karena dari dulu, banyak hal di benak saya yang diluar nalar. Cerita-cerita aneh dimana seseorang bisa ada di dunia lain yang mengagumkan, bertemu orang-orang mengagumkan, dan jika bisa terjadi di kehidupan nyata, khususnya kehidupan saya, itu pasti akan sangat mengagumkan. Romance, siapa yang tidak menyukainya? Dengan membacanya saya dapat membayangkan, ikut merasakan meskipun sesaat, bagaimana rasanya menjadi salah satu wanita yang paling beruntung di dunia. Mengalami pengalaman-pengalaman luar biasa dalam hidup, yang nantinya akan menjadi pengalaman dan bahan pembelajaran yang sangat berharga.
  10. Penulis yang ingin saya temui ada dua. Mbak Nina Ardianti dan Mbak Sitta Karina. Saya sangat mengagumi karya-karya mereka. Tetapi jika ditanya, apa yang saya mau jika sudah bertemu mereka, jujur saya tidak tahu. Mungkin jika bertemu saya hanya akan mengagumi dalam diam, atau bertanya mengenai kelanjutan cerita Edyta - Ardian dan Anastasia - Al kepada Mbak Nina, dan meminta satu novel yang menjadikan Nara Hanafiah sebagai pemeran utamanya kepada Mbak Sitta. Meskipun saya tau, jika saya bisa bertemu mereka suatu saat nanti, saya tidak akan seberani itu meminta hal tersebut kepada mereka.
  11. Jika ditanya saya lebih suka baca e-book atau buku cetak, sudah pasti saya akan menjawab buku cetak. Kenapa? Karena saya sangat suka baca buku, khususnya novel dari bertahun-tahun yang lalu, dan selama itu saya membacanya dalam bentuk kertas. Saya pernah beberapa kali membaca e-book, tapi ternyata kurang nyaman, karena tangan saya jadi panas jika terlalu lama memegang smartphone, dan jika membaca dari laptop, mata jadi mudah lelah sehingga jadi malas membaca dan dengan posisi saya saat menggunakan laptop, yaitu duduk di kursi, sangat tidak cocok dengan kebiasaan saya saat membaca buku, yaitu sambil tiduran hehe
  12. Selamat Ulang Tahun GagasMedia, semoga selalu bergegas, berkembang, dan memuaskan hati pembacanya.

Kamis, 18 Juni 2015

Quote of the day

Ada yang bilang..

Untuk apa masih mencintai seseorang meskipun kamu sudah tahu bahwa kalian tidak bisa bersatu?

Lalu ada yang menjawab,

sama halnya seperti: untuk apa masih bernafas jika kamu tahu suatu hari nanti akan meninggal?

Menurut saya, kedua hal tersebut benar-benar dua hal yang sangat berbeda. Apakah dengan tidak mencintai seseorang kamu akan meninggal? Apa yang sedang kamu perjuangkan sebenarnya? Kamu tahu kalian tidak akan bisa bersatu? Lalu untuk apa? Obsesi?

Tanpa udara, tanpa bernafas apa masih bisa hidup? Apa yang bisa kita perjuangkan dengan masih bernafas? Hidup bukan hanya tentang cinta.

Sesimpel itu.